Profil dan Biografi Gus Baha, Kyai Muda yang Alim dan Penuh Kesederhanaan - ID NEWS 24
Advertisement
Advertisement

Profil dan Biografi Gus Baha, Kyai Muda yang Alim dan Penuh Kesederhanaan

Thumbnail YouTube Mengenal Gus Baha: Sosok Dai Penuh Kesederhanaan yang Viral di Kalangan Milenial

Mengenal Gus Baha: Sosok Dai Penuh Kesederhanaan yang Viral di Kalangan Milenial

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Halo semuanya! Kamu tentu sudah sering mendengar nama Gus Baha, mubaligh dari kalangan Nahdlatul Ulama yang belakangan ini mendapat perhatian luar biasa, khususnya di kalangan milenial. Yuk, kita kenal lebih dekat dengan profil dan biografinya!

Keilmuan Gus Baha: Dari Kecil Hingga Dewasa

Kyai Haji Ahmad Fauzi Nur Salim al-Hafidz, atau yang kita kenal dengan nama Gus Baha, bukan hanya dikenal sebagai mubaligh biasa. Menurut Profesor Quraish Shihab, beliau adalah sosok ulama yang sangat memahami detail Al-Quran dan fiqih. Hal ini jarang ditemui, apalagi di zaman sekarang. Gus Baha dikenal dengan tampilan sederhana dan ciri khasnya yang memakai kopiah hitam, kemeja putih, dan sarung.

Gus Baha lahir di Rembang, Jawa Tengah, sebagai putra dari ulama ahli Quran, Kyai Haji Nur Salim al-Hafidz. Beliau sudah mulai mengkhatamkan Al-Quran sejak kecil di bawah bimbingan ayahnya dengan disiplin yang ketat. Setelah itu, Gus Baha melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, yang diasuh oleh Syaikhona Kyai Haji Maimun Zubair.

Karier dan Pengabdian Gus Baha

Di Pondok Pesantren Al-Anwar, Gus Baha terlihat sangat menonjol dalam bidang ilmu syariat seperti fiqih, hadits, dan tafsir. Beliau turut menjadi bagian dari pengajar di Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta dan juga memimpin pengajian di Bojonegoro. Menariknya, meskipun sangat ahli dalam bidangnya, Gus Baha sempat menolak gelar doktor honoris causa dari UII. Meskipun tidak memiliki pendidikan formal dan gelar, beliau diakui kealimannya oleh para ulama nasional.

Kehidupan Pribadi Gus Baha

Kehidupan pribadi Gus Baha juga menarik untuk dibahas. Sesudah menyelesaikan pendidikan di pesantren, beliau menikah dengan Dewinda, putri dari keluarga Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan. Menariknya, saat akan melamar, Gus Baha menyampaikan keinginan untuk hidup sederhana kepada calon mertuanya, dan hal itu diterima dengan baik.

Hidup baru dimulai ketika Gus Baha dan keluarganya pindah ke Yogyakarta. Ia dan beberapa santrinya patungan untuk menyewa rumah agar tetap bisa belajar bersama. Kehadirannya di Yogyakarta pun menarik perhatian masyarakat sekitar, membuat banyak orang akhirnya ikut belajar kepada beliau.

Inspirasi dari Kesederhanaan Gus Baha

Kesederhanaan Gus Baha bukanlah hal yang disengaja, tetapi cerminan dari didikan orang tuanya sejak kecil. Meski hidup sederhana, ilmunya yang mendalam membuatnya mendapatkan penghargaan sebagai Dai of The Year 2020 dari Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia untuk pandangannya yang moderat dan berwawasan wasathiyah.

Semoga kisah dari Gus Baha ini bisa menginspirasi kita semua untuk tetap rendah hati dan terus belajar. Aamiin.

Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Untuk informasi selengkapnya, dapat juga diakses melalui YouTube.

Dalil sahih dari Al-Qur'an berbunyi: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an dengan penuh berkah, maka perhatikanklah dan berpegang teguhlah padanya." (QS. Shaad [38]: 29).

Tulis Komentar
Tutup Komentar

0 Response to "Profil dan Biografi Gus Baha, Kyai Muda yang Alim dan Penuh Kesederhanaan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel