Sosok K3j4m Roslina dan Suami Majikan Ani4ya ART di Batam, Kerja Dari Subuh Hingga Malam Tak DibayarSosok majikan di Batam nekat meng4ni4ya asisten rumah tangganya (ART) bernama Intan hingga wajahnya bonyok atau babak belur lebam biru. Majikan tersebut biasa dipanggil dengan sebutan 'Ibu Ros'. Tak hanya melakukan peng4ni4yaan, majikan tersebut juga kerap melakukan pemotongan gaji terhadap Intan. Beruntung kini Intah telah berhasil diamankan usai dianiaya hingga babak belur oleh majikannya itu. Roslina, seorang perempuan yang tinggal di kawasan elit Bukit Golf Residence, Sukajadi, Batam, kini menjadi sorotan setelah menjadi pelaku penyiksaan terhadap Intan, Asisten Rumah Tangga (ART) asal Loli Atas Bondo Maroto, Sumba Barat.Roslina dikenal sebagai penghuni lama di lingkungan perumahan elit tersebut.Roslina diketahui seorang pengusaha di Batam. Bahkan disebut-sebut ia mempunyai sebuah Cafe kekinian di wilayah Nagoya Batam.
total read time
Sosok Roslina, Majikan Batam yang Diduga Aniaya ART Hingga Babak Belur dan Potong Gaji
BATAM - Nama Roslina, seorang pengusaha dan penghuni kawasan elit Bukit Golf Residence, Sukajadi, Batam, kini menjadi sorotan publik. Ia diduga sebagai pelaku penganiayaan berat terhadap Asisten Rumah Tangga (ART) yang bekerja di rumahnya, Intan (19), asal Loli Atas Bondo Maroto, Sumba Barat. Intan mengalami luka lebam dan bengkak parah di wajah serta tubuh akibat penganiayaan yang dilaporkan terjadi berulang kali.
Kerja dari Subuh Hingga Malam, Gaji Dipotong dan Tak Dibayar
Menurut keterangan yang dihimpun, Intan bukan hanya menjadi korban kekerasan fisik. Ia juga diduga mengalami eksploitasi kerja yang parah:
1. Jam Kerja Tak Manusiawi: Intan dipaksa bekerja dari pukul 04.00 subuh hingga pukul 23.00 malam setiap harinya.
2. Gaji Tak Dibayar Penuh: Majikan kerap melakukan pemotongan gaji dengan alasan yang tidak jelas. Yang lebih parah, upah Intan untuk periode kerja tertentu dilaporkan sama sekali tidak dibayarkan.
3. Penganiayaan Fisik: Puncaknya, Intan mengalami penganiayaan hebat oleh Roslina dan diduga juga melibatkan suami Roslina, hingga menyebabkan wajahnya babak belur, lebam, dan bengkak parah.
Diamankan dan Dapat Perlindungan
Beruntung, nasib Intan berubah setelah ia berhasil diselamatkan. Setelah peristiwa penganiayaan terakhir yang sangat parah, Intan berhasil diamankan oleh pihak berwajib dan lembaga yang berwenang. Ia saat ini telah mendapatkan perlindungan dan sedang menjalani perawatan medis untuk memulihkan kondisi fisik dan traumanya. Lembaga seperti Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) diduga terlibat dalam proses evakuasi dan pendampingan korban.
Majikan Pengusaha Kawasan Elit
Roslina, yang biasa disapa 'Ibu Ros' oleh beberapa orang di lingkungannya, dikenal sebagai penghuni lama di perumahan elit Bukit Golf Residence. Sosoknya sebagai pengusaha di Batam semakin mencuat, dengan kabar bahwa ia memiliki sebuah kafe kekinian di kawasan Nagoya, Batam, salah satu pusat bisnis dan hibrah di kota tersebut. Status sosial ekonominya yang tergolong mapan semakin mengejutkan publik mengingat perbuatan keji yang diduga dilakukannya terhadap ART yang bekerja di rumahnya.
Laporan Polisi dan Proses Hukum
Kasus penganiayaan dan dugaan eksploitasi tenaga kerja ini telah dilaporkan ke kepolisian. Polresta Barelang (Batang, Rempang, Galang) telah memulai penyelidikan. Roslina dan suaminya dipastikan telah dimintai keterangan sebagai tersangka. Polisi mendalami motif, kronologi kejadian, serta mengumpulkan bukti-bukti, termasuk hasil visum et repertum terhadap korban.
Tuntutan Keras dari Publik
Kasus ini memicu kemarahan dan keprihatinan luas di media sosial dan masyarakat. Banyak pihak mengecam keras tindakan Roslina dan suaminya, menyerukan proses hukum yang tegas dan seadil-adilnya. Kasus ini juga kembali menyoroti kerentanan pekerja rumah tangga dan pentingnya perlindungan hukum yang lebih kuat serta pengawasan terhadap praktik kerja di sektor domestik.
Sanksi yang Dihadapi
Roslina dan suaminya menghadapi tuntutan pidana berat. Pasal-pasal yang diduga disangkakan meliputi:
Penganiayaan Berat (Pasal 354 KUHP): Ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.
Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) (UU PKDRT): Meski hubungan kerja, dalam konteks rumah tangga, UU ini bisa diterapkan.
Pelanggaran Ketentuan Kerja: Terkait jam kerja berlebihan, pemotongan gaji illegal, dan tidak membayar upah sesuai perjanjian (UU Ketenagakerjaan dan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga).
Penyidik masih mendalami kasus ini dan proses hukum diperkirakan masih akan berlanjut.
Update Terkini (28 Juni 2025):
Intan masih dalam perlindungan dan pendampingan untuk pemulihan fisik dan psikis.
Roslina dan suaminya masih berstatus tersangka. Informasi mengenai apakah mereka telah ditahan atau belum biasanya diumumkan oleh Polresta Barelang.
Investigasi terhadap kebenaran kepemilikan kafe dan bisnis lainnya oleh Roslina juga mungkin menjadi bagian untuk melengkapi proses hukum.
Kasus Intan menjadi pengingat pilu akan pentingnya menghormati hak-hak dasar pekerja rumah tangga dan perlunya mekanisme pengaduan serta perlindungan yang lebih efektif bagi kelompok pekerja yang rentan ini. Masyarakat menunggu proses hukum yang transparan dan adil.
0 Response to "Sosok K3j4m Roslina dan Suami Majikan Ani4ya ART di Batam, Kerja Dari Subuh Hingga Malam Tak DibayarSosok majikan di Batam nekat meng4ni4ya asisten rumah tangganya (ART) bernama Intan hingga wajahnya bonyok atau babak belur lebam biru. Majikan tersebut biasa dipanggil dengan sebutan 'Ibu Ros'. Tak hanya melakukan peng4ni4yaan, majikan tersebut juga kerap melakukan pemotongan gaji terhadap Intan. Beruntung kini Intah telah berhasil diamankan usai dianiaya hingga babak belur oleh majikannya itu. Roslina, seorang perempuan yang tinggal di kawasan elit Bukit Golf Residence, Sukajadi, Batam, kini menjadi sorotan setelah menjadi pelaku penyiksaan terhadap Intan, Asisten Rumah Tangga (ART) asal Loli Atas Bondo Maroto, Sumba Barat.Roslina dikenal sebagai penghuni lama di lingkungan perumahan elit tersebut.Roslina diketahui seorang pengusaha di Batam. Bahkan disebut-sebut ia mempunyai sebuah Cafe kekinian di wilayah Nagoya Batam. "
Posting Komentar